Nama Gang Joko, Bentuk Apresiasi Warga Pecalukan


Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, H Joko Cahyono terus melakukan langkah nyata sebagai wakil rakyat dan kader NasDem Pasuruan. Setidaknya itu dibuktikan dengan keberadaan Gang Joko yang diinisiasi sebagai ungkapan rasa terima kasih masyarakat Desa Pecalukan, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan kepada Joko Cahyono atau yang akrab disapa Kaji Joko.
Pemberian nama Gang Joko itu karena telah terealisasinya aspirasi yang disampaikan dalam reses Kaji Joko DPRD Kabupaten Pasuruan Tahun 2018 ini. 
Masyarakat Desa Pecalukan mengusulkan pavingisasi jalan-jalan di kampungnya termasuk yang menuju mushola. Allhamdulillah tahun 2018 ini hampir 100% usulan mereka terealisasi.
Anak-anak muda yang tergabung dalam Yayasan Artuga (Arek Tugu Abang) Pecalukan, aktif bergotong royong membangun gapura dan di salah satu gang kampung tersebut diberi nama Gang Joko. 
Yayasan Artuga awalnya adalah sekumpulan komunitas kuda yang bermaksud mengaktualisasikan kiprah mereka untuk peduli lingkungan, melalui diskusi kecil berkelanjutan dengan Kaji Joko. Yayasan tersebut akhirnya memiliki badan hukum dan bisa mengakses program-program pemerintah daerah dalam menunjang kegiatan sosial, olah raga dan kepemudaan.
"Sebagaimana pesan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Timur, Sri Sajekti Sudjunadi atau yang akrab Bunda Jeannette, agar Fraksi NasDem senantiasa menyapa masyarakat, maka kami berupaya terus  menyapa publik sekaligus mendengar apa dan bagaimana sesungguhnya harapan keluhan dan problematika di masyarakat bawah," kata Kaji Joko, Minggu (16/12).

"Dari berbagai keluhan masyarakat itu kita mencoba menindaklanjuti dengan langkah konkrit. Dan Alhamdulillah hampir rampung apa apa yang menjadi aspirasi mereka di Kelurahan Pecalukan terutama di sektor infrastruktur. Tinggal nanti melangkah di sektor ekonominya," tambah Kaji Joko. 

Kaji Joko berharap  semuanya berjalan sesuai harapan, karena butuh kesabaran dan waktu yang panjang dalam mengajak untuk mengubah pola pikir yang begitu apatis ke pola pikir konstruktif dan visioner agar tak terjerembab di pola pikir jalan pintas.
"Jagongan, cangkrukan dan ngopi bareng di rumah adalah pola yang efektif merangkul masyarakat bawah. Saya sudah 10 tahun lebih melakukannya dengan masyarakat bawah. Terbukti tanpa terasa ikatan emosional dan saran kita didengar dan dilaksanakan oleh mereka," katanya lagi. (NasDem Kabupaten Pasuruan/uzi/*)

Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar