K.H. A. HASYIM MUZADI BERI TAUSIAH KADER NASDEM JATIM



Surabaya - Indonesia memerlukan gerakan restorasi. Penegasan tersebut disampaikan oleh Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga mantan Ketua Umum PB NU Dr. K.H. A. Hasyim Muzadi saat memberi tausiah pada pembukaan Bulan Restorasi 4 Tahun Partai NasDem dengan Hikmah Hijriyah untuk Restorasi Indonesia

"Saya sudah pernah menyampaikan kepada Bapak Surya Paloh, kalau yang menarik dari Partai NasDem bagi saya adalah slogan restorasi," kata Dr.K.H. A. Hasyim Muzadi, saat memulai ceramahnya dihadapan ratusan kader Partai NasDem di Kantor DPW Partai NasDem Jawa Timur Jalan Kartini no 88 Surabaya, Rabu malam (14/10/2015).

Restorasi menurut beliau memang sangat diperlukan di Indonesia dalam menjawab berbagai problem yang dialami Bangsa Indonesia.

"Saya berharap restorasi segera dilakukan ditengah-tengah kehidupan berbangsa dan bernegara," tandasnya.

Meski demikian, beliau juga mengakui untuk benar-benar melakukan gerakan restorasi itu tidak mudah.

"Partai sebagai alat perjuangan, sekarang sudah mulai bergeser menjadi alat transaksi," Jelas Dr. Effendy Choirie, Ketua DPW Partai NasDem Jatim.

Salah satunya, jelas mantan anggota DPR RI ini dalam proses penentuan rekom Calon Kepala Daerah dalam Pilkada yang cenderung transaksional.

"Nasdem lewat gerakan restorasi ingin mengembalikan partai sebagai alat perjuangan,rekom tanpa mahar," tandasnya.

Untuk itu pula, demi membangkitkan semangat restorasi dalam pengelolaan organisasi secara baik, jelas politisi yang akrab disapa Gus Choi, NasDem Dalam Pembukaan Bulan Restorasi yang sekaligus bertepatan dengan momentum tahun baru hijriyah sengaja mendatangkan Dr.K.H.A.Hasyim Muzadi sebagai tokoh yang pengalamannya tak diragukan lagi, khususnya dalam berorganisasi.

Sumber : restorasi Jatim

Share on Google Plus

About partainasdempasuruan

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar: